UPAYA MENINGKATKAN LITERASI SAINS MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS ETNOSAINS

Utami Dian Pertiwi, Umni Yatti Rusyda Firdausi

Abstract


Artikel ini ditulis dengan maksud membangun kesadaran akan pentingnya pembelajaran berbasis etnosains dalam pembelajaran IPA sebagai upaya untuk meningkatkan literasi sains terutama pada pembelajaran IPA abad 21. Artikel ini disusun berdasarkan penilaian PISA dimana Indonesia berada pada peringkat yang rendah dalam pencapaian peserta didik untuk bidang sains, membaca, dan matematika. Sehingga hal ini melatarbelakangi pentingnya pembelajaran berbasis etnosains sebagai upaya meningkatkan literasi sains dalam mengembangkan Pendidikan IPA abad 21. Metodologi penulisan yang digunakan adalah kajian pustaka yang berisikan tinjauan mengenai pentingnya pembelajaran etnosains dari berbagai sumber pustaka. Artikel ini membahas mengenai pembelajaran sains berbasis etnosains sebagai upaya meningkatkan literasi sains dalam pembelajaran IPA SMP pada abad 21 dengan paradigma pembelajaran yang berpusat pada peserta didik serta dapat mengaplikasikannya dalam menyelesaikan berbagai masalah dikehidupan sehari-hari. Etnosains mendukung peserta didik untuk senantiasa menambah ilmu-ilmu pengetahuan melalui budaya yang berkembang disekitarnya. Pengetahuan berbasis etnosains bukan hanya tentang kearifan lokal saja, namun pengetahuan abstrak yang terkandung dalam budaya itu sendiri. Keberhasilan pembelajaran literasi sains ditunjukkan apabila peserta didik memahami apa yang telah dipelajari serta dapat mengaplikasikannya dalam menyelesaikan berbagai masalah dikehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis etnosains penting untuk membantu meningkatkan literasi sains sehingga pembelajaran berbasis etnosains dinilai cocok dan penting sebagai upaya meningkatkan literasi sains dalam mengembangkan Pendidikan IPA SMP abad 21.


Keywords


abad 21, etnosains, literasi sains, pembelajaran IPA SMP.

Full Text:

PDF

References


Allchin, D. (2014). From Science Studies to Scientific Literacy: A View from the Classroom.

Emdin, C. (2011). Droppin’ science and dropping science: African American males and urban science education. JAAME, 2(1) 1-15

Holbrook, J. & Rannikmae, M. (2009). The Meaning of Scientific Literacy. International Journal of Enviromental & Science Education, 4(3), 275-288.

Joseph, M.R. 2010. Ethnoscience and Problems of Method in the Social Scientific Study of Religion. Oxfordjournals. 39/3 : 241-249

Krajcik, J.S., Czerniak, C.M, & Berger, C. 1999. Teaching children science: A projectbased aprroach. Boston: McGraw Hill College Kurniawan, J. (2013).

OECD. (2009). PISA 2009 Assessment Framework: Key Competicies in Reading, Mathematics, and Science. USA: OECD-PISA

Ojimba. 2013. Scientific and Technological Literacy in Africa: Issues, Problems and Prospects' Dimensions (Ipp). Educational Research International, 2(1).

Rahayu, U., Yumiati, Paulina Pannen. 2006. Instructional Quality Improvement in Science Though The Implementation Of Culture-Based Teaching Strateg, presented at the 10th International Conference Learning Together for Tomorrow: Education for Sustainable Develompemnt, Bangkok Thailand.

Sardjiyo. 2005. Pembelajaran berbasis Budaya Model Inovasi Pembelajaran dan Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jurnal Pendidikan.

Sardjiyo & Pannen, P. 2005 . Pembelajaran Berbasis Budaya: Model Inovasi Pembelajaran dan Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jurnal pendidikan, 6(2), 83-98.

Sayakti, L. (2003). Implementasi Konsep Lingkungan Hidup sebagai Sumber Belajar dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Tesis. SPs UPI, Bandung.

Sudarmin. 2014. Pendidikan Karakter, Etnosains, dan Kearifan Lokal. Semarang: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNNES.

Sudarmin, Subekti, Niken dan Fibonacci, Anita. 2014. “Model Pembelajaran Kimia berbasis Etnosains (MPKBE) untukMengembangkan Literasi Sains Siswa”. Prosiding Semnas Pensa VI “Peran Literasi Sains”. Hal:83-90.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

p-ISSN: 2621-8747, e-ISSN : 2621-8755